Rekaman Peristiwa dan Dokumen surat Menyurat sehubungan dengan Desinseksi Pesawat.

Bermula dari kerisauan tidak terlaksananya pasal 14 ayat 1 (satu) Undang-undang Nomor 2 tahun 1962 tentang Karantina Udara, kami mencoba melakukan pendekatan-pendekatan terhadap pemangku kepentingan (stake holder) di Bandar Udara. Dimulai dari sosialisasi Peraturan Pemerintah tentang PNBP dan TUPOKSI KKP, selanjutnya kita menerbitkan surat pemberitahuan kepada seluruh maskapai penerbangan bahwa ada 4 (empat) jenis Dokumen yang harus dimiliki setiap pesawat. Untuk menindaklanjuti surat pemberitahuan dimaksud, kita menginstruksikan staf wilker Polonia untuk melakukan pemeriksaan dokumen terhadap setiap pesawat udara yang beroperasi di bandara Polonia Medan.

Koordinasi dengan Dewan Pengurus Airline Operators Committee (AOC) kita lakukan, dan pada tanggal 12 Pebruari 2007 kita diundang dalam forum AOC untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan Dokumen Kesehatan bagi Pesawat Udara. Pada akhir pertemuan disepakati Bahwa untuk memulai kegiatan Desinseksi Pesawat diterbitkan terlabih dahulu surat edaran.

Pada Tanggal 19 Pebruari 2007, kita menerbitkan Surat Edaran bernomor HK.02.01.1.130 tentang Kewajiban memiliki Sertifikat Hapus Serangga bagi Pesawat udara (terlampir Surat Edaran). Dalam SE 130/2007 tersebut terdapat ultimatum bahwa terhitung mulai tanggal 01 Maret 2007, seluruh Pesawat Udara harus sudah dilengkapi dengan Sertifikat Hapus Serangga.

Dengan terbitnya SE 130/2007 dan gencarnya Pemeriksaan Sertifikat plus sedikit diganggu kenyamanan Privasi Pilot, akhirnya para pilot komplain masing-masing station manager (operator). Selanjutnya Beberapa Station Manager (Silk Air, Malaysia Airlines, Air Asia Berhad, Lion Air) menerbitkan surat yang pada intinya berisi permintaan minta waktu dan pemberlakuan sertifikat secara Nasional.

Dengan kondisi KKP Medan ngerecokin pilot, Pilot komplain Station Manager dan akhirnya permasalahan Sertifikat Hapus Serangga dibicarakan pada forum Rapat Koordinasi Fasilitas (FAL) Bandar Udara 28 Pebruari 2007 dan selanjutnya Adbandara Polonia Medan menyampaikan persoalan Sertifikat Hapus Serangga ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara selaku ketua komite nasional FAL (surat terlampir).

Pada tanggal 7 Maret 2007, Direktur Jenderal Perhubungan Udara selaku ketua komite nasional FAL melalui Direktur Angkutan Udara meminta tanggapan kepada fihak Dirjen PP & PL, selanjutnya Dirjen PP & PL melalui Direktur Sepim Kesma menerbitkan surat tertanggal 28 Maret 2007 bernomor KS.01.01.5.55 tentang tanggapan pelaksanaan hapus serangga.

Dalam pelaksanaan dilapangan sebelum surat tanggapan pelaksanaan hapus serangga dari Dirjen PP & PL melalui Direktur Sepim Kesma, kita telah menerbitkan Sertifikat Hapus Serangga bagi 39 Pesawat Udara dengan masa berlaku 6 (enam) Bulan (pemutihan).

Masa berlaku 39 sertifikat berakhir Oktober 2007, kita menyurati Station Manager masing-masing operator Maskapai Penerbangan plus Badan Usaha Swasta untuk membuat penawaran Biaya Pelaksanaan Desinseksi.

Pada Musim Haji, kita dapat memulai Pelaksanaan Desinseksi dengan menggunakan Permetrin sebagai mana direkomendasikan WHO dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dengan masa berlaku sertifikat adalah 8 minggu (dua bulan).

 kumpulan-surat-perjuangan-desinseksi-di-kkp-medan-final-betul.pdf

Thank B4

Salam Hormat Kami

Dr. H. Masrip Sarumpaet, M.Kes

Kasi Karse KKP Kelas II Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: