Permendagri No 24 tahun 2009 ttg Pedoman Cara Perhitungan Bantuan Kauangan Parpol dlm APBD

Desember 11, 2009

Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik, telah ditetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 24 tahun 2009tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan, Penganggaran dalam APBD, Pengajuan, Penyaluran, dan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan Partai Politik;

Permendagri No 24 tahun 2009 ttg Pedoman Cara Perhitungan Bantuan Kauangan Parpol dlm APBD


PASAL-PASAL PIDANA UU KESEHATAN 2009

Oktober 11, 2009

UU KESEHATAN BAB XIX MENYANGKUT PENYIDIKAN DAN SANKSI PIDANAUU KESEHATAN BAB XIX MENYANGKUT SIDIK DAN SANKSI PIDANA


Mei 8, 2009

In the 2009 revision of the phase descriptions, WHO has retained the use of a six-phased approach for easy incorporation of new recommendations and approaches into existing national preparedness and response plans. The grouping and description of pandemic phases have been revised to make them easier to understand, more precise, and based upon observable phenomena. Phases 1–3 correlate with preparedness, including capacity development and response planning activities, while Phases 4–6 clearly signal the need for response and mitigation efforts. Furthermore, periods after the first pandemic wave are elaborated to facilitate post pandemic recovery activities.

The current WHO phase of pandemic alert is 5

Influenza A(H1N1) – update 21

8 May 2009 — As of 06:00 GMT, 8 May 2009, 24 countries have officially reported 2384 cases of influenza A (H1N1) infection.

1. Mexico has reported 1.112 laboratory confirmed human cases of infection, including 42 deaths.

2. The United States has reported 896 laboratory confirmed human cases, including two deaths.

The following countries have reported laboratory confirmed cases with no deaths

3. Austria (1),

4. Canada (214),

5. China, Hong Kong Special Administrative Region (1),

6. Colombia (1),

7. Costa Rica (1),

8. Denmark (1),

9. El Salvador (2),

10. France (5),

11. Germany (10),

12. Guatemala (1),

13. Ireland (1),

14. Israel (6),

15. Italy (5),

16. Netherlands (2),

17. New Zealand (5),

18. Poland (1),

19. Portugal (1),

20. Republic of Korea (3),

21. Spain (81),

22. Sweden (1),

23. Switzerland (1) and

24. the United Kingdom (32).

WHO is not recommending travel restrictions related to the outbreak of the influenza A(H1N1) virus.

Individuals who are ill should delay travel plans and returning travelers who fall ill should seek appropriate medical care. These recommendations are prudent measures which can limit the spread of many communicable diseases, including influenza.

Further information on the situation will be available on the WHO website on a regular basis.

SWINE FLU DAN KESIAP SIAGAAN KKP update 08 Mei 2009

Source : http://www.who.int/csr/don/2009_05_08/en/index.html


SURAT EDARAN DIRJEN PP PL TTG KEWASPADAAN flu babi

April 28, 2009

Dengan adanya kasus flu babi (swine flu) pada manusia di Meksiko dan Amerika Serikat, Departemen Kesehatan menetapkan enam langkah untuk kesiapsiagaan yaitu:

(1) mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit ini dari berbagai sumber,

(2) berkoordinasi dengan WHO untuk memantau perkembangan,

(3) membuat surat edaran kewaspadaan dini,

(4) melakukan rapat koordinasi dengan para kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan,

(5) berkoordinasi dengan Badan Litbangkes untuk kemungkinan pemeriksaan spesimen, dan

(6) berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan langkah-langkah tindakan penanggulangan.

Hal itu disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P., MARS., kepada para wartawan di Makassar tanggal 25 April 2009 saat berlangsungnya kegiatan simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza.

Menurut Prof. Tjandra, penyakit flu babi adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan penularan antar manusia. Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI) dengan gejala klinis: demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare.

Virus H1N1 sebenarnya biasa ditemukan pada manusia dan hewan terutama babi tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan virus flu burung H5N1 meskipun sama-sama virus influenza tipe A.

Cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu, ujar Prof. Tjandra.

Prof. Tjandra menyebutkan bahwa sampai saat ini sebaran kasus 8 kasus positif (konfirm) di Amerika Serikat. Sedangkan di Meksiko sebanyak 878 suspek kasus dan 60 diantaranya meninggal dunia. Dari yang meninggal sebanyak 20 kasus dinyatakan positif flu babi.

WHO masih terus mengadakan pertemuan yang membahas masalah flu babi terkait dugaan penularan antar manusia dan sampai saat ini masih ditunggu perkembangannya. Sejauh ini WHO memperkirakan hal ini sebagai public health emergency of international concern atau masalah kesehatan yang memerlukan kewaspadaan internasional dan belum ada travel warning.

Prof. Tjandra, di sela-sela kegiatan Simulasi Penanggulangan Simulasi Pandemi Influenza, telah mengadakan rapat dengan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan dan memastikan thermal scanner bekerja dengan baik dan mengaktifkan sistem yang ada untuk memantau orang yang masuk melalui bandar udara maupun pelabuhan laut, serta melakukan koordinasi intensif dengan Rumah Sakit rujukan di tempat masing-masing.

Disamping itu, Departemen Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan Dirjen Peternakan Departemen Pertanian RI untuk mengantisipasi penyebaran flu babi melalui Tim Koordinasi yang sudah ada. Tim Koordinasi yang sudah ada seperti Tim Penanggulangan Rabies Depkes dan Departemen Pertanian yang tugasnya diperluas menjadi Tim Terpadu Penanggulangan Zoonotik (penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia), kata Prof. Tjandra.

Ditjen P2PL melalui surat edaran meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala UPT di lingkungan Ditjen P2PL dan RS Vertikal melalui surat nomor : PM.01.01/D/I.4/1221/2009 untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Mewaspadai kemungkinan masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia dengan meningkatkan kesiapsiagaan di pintu-pintu masuk negara terutama pendatang dari negara-negara yang sedang terjangkit.

Mewaspadai semua kasus dengan gejala mirip influenza (ILI) dan segera menelusuri riwayat kontak dengan binatang (babi)

Meningkatkan kegiatan surveilans terhadap ILI dan pneumonia serta melaporkan kasus dengan kecurigaan ke arah swine flu kepada Posko KLB Direktorat Jenderal PP dan PL dengan nomor telepon: (021) 4257125

Memantau perkembangan kasus secara terus menerus melalui berbagai sarana yang dimungkinkan.

Meningkatkan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor serta menyebarluaskan informasi ke jajaran kesehatan di seluruh Indonesia.

flu-babi


Swine Flu (Flu Babi)

April 26, 2009

Swine Flu (Flu Babi) adalah penyakit Influenza yang disebabkan oleh virus Influenza Type A group H1N1. Virus ini merupakan gabungan dari materi genetik babi, unggas, dan manusia. Gabungan materi ini belum pernah ditemukan sebelumnya oleh para peneliti dunia.

Flu babi yang menewaskan puluhan orang di Meksiko kini menjadi perhatian utama karena bisa berkembang menjadi wabah flu global. Pemerintah minta warga meninggalkan kebiasaan cium pipi. Serangan virus baru ini memang mencemaskan, memaksa pemerintah Meksiko menutup sementara sekolah, museum, perpustakaan, dan gedung bioskop. Sedangkan di AS, virus ini diduga telah menjangkiti delapan orang di Texas dan California.

Penyebaran wabah secara geografis juga menjadi perhatian WHO. Sebanyak 13 dari 20 kematian orang terjadi di Mexico City, empat orang di San Luis Potosi, dua orang di Baja California, dan satu lagi di dekat perbatasan negara bagian Oazaca. Para ilmuwan telah lama mengkhawatirkan bahwa virus flu ini menjadi pandemi yang mematikan di seluruh dunia. Sebuah virus baru dapat berkembang secara berbeda ketika menjangkiti babi, orang, atau burung. Perkembangbiakan vitus ini dapat menyebar dengan cepat karena orang secara alami tidak memiliki pertahanan tubuh untuk mencegahnya.
Swine Flu (Flu Babi)


MOU BEA CUKAI DAN BADAN POM TTG OMKABA

April 17, 2009

se-dan-mou-bc-bpom-ttg-omkaba


Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas dan Tata Kearsipan Dinamis Dirjen PP & PL Depkes RI

Maret 17, 2009

Bahwa untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dalam bidang pengelolaan naskah dinas dan kearsipan diperlukan suatu acuan yang dapat dipergunakan oleh seluruh aparatur di Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Berikut ini adalah Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas dan Tata Kearsipan Dinamis Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan

sk-dirjen-pp-pl-hk03d5-2007-ttg-tata-naskah-dinas-kkp-dan-lampiran